Ini Daftar Tim Sukses Ahok-Djarot, Ada Artis Cantik Jadi Jubirnya

Ini Daftar Tim Sukses Ahok-Djarot, Ada Artis Cantik Jadi Jubirnya

Ini Daftar Tim Sukses Ahok-Djarot, Ada Artis Cantik Jadi Jubirnya


ahok

Susunan tim pemenangan pasangan calon gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful hidayat, sudah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Selasa (4/10/2016) sore. Tim tersebut beranggotakan kader empat partai politik pengusung serta relawan.
Empat partai politik pengusung Ahok – Djarot adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI – P ), Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Golkar.
Selain itu, Ruhut Sitompul, kader Partai Demokrat, akan diproyeksikan menjadi juru bicara. Ia menjadi juru bicara bersama dengan artis Sophia Latjuba.
“Hari ini kami menyerahkan susunan nama kepengurusan Tim Pemenangan Ahok – Djarot ke KPU DKI. Jadi, masyarakat ada yang berpengaruh di wilayah, masuk (tim pemenangan),” kata Ketua Tim Pemenangan Ahok – Djarot, Prasetio Edi Marsudi, kepada wartawan, Selasa (4/10/2016), dikutip dari kompas.com.
Anggota timses pemenangan pasangan calon Ahok – Djarot, Charles Honoris, mengatakan, Ruhut Sitompul merupakan sosok yang tepat untuk menjadi juru bicara (jubir).
Hal itu disampaikan Charles setelah tim pemenangan Basuki (Ahok)-Djarot resmi menetapkan Ruhut sebagai jubir.
“Saya kira Pak Ruhut sosok yang layak sebagai jubir karena dia politisi yang dikenal luas oleh publik,” kata Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Nama artis Sophia Latjuba masuk dengan Ruhut Sitompul sebagai salah satu juru bicara. Rupanya, nama Sophia direkomendasikan oleh Partai Nasdem.
uru bicara tim pemenangan dari Partai Nasdem, Bestari Barus, mengatakan, penunjukan Sophia karena dilatarbelakangi beberapa alasan. Salah satunya karena juru bicara perlu didukung oleh figur-figur dari berbagai unsur.
“Ada pembagiannya memang. Jadi kalau ada kontribusi untuk wanita dan kalangan seniman bisa dia yang jadi pembicara dan narasumber sebagai jubir” kata Bestari
Sophia diharapkan mampu untuk menjangkau kalangan artis. Dan juga masyarakat sudah tidak asing lagi dengan Shopia sehingga akan dengan mudah dikenal masyarakat. Dari sisi jenjang pendidikan, Sophia juga dinilai mumpuni karena saat ini sedang menuntaskan gelar Master S-2. Oleh karena itu Sophia diproyeksikan akan semakin menarik suara di pilgub nantinya.
“Hari ini kami menyerahkan susunan nama kepengurusan Tim Pemenangan Ahok-Djarot ke KPU DKI. Jadi masyarakat ada yang berpengaruh di wilayah, masuk (tim pemenangan),” kata Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Prasetio Edi Marsudi, dikutip dari tribunnews.com.
Berikut adalah susunan tim pemenangan Ahok – Djarot pada Pilkada DKI Jakarta 2017:
  • Dewan Pengarah: Ahmad Basarah, Eriko Sutarduga, Jefri Darmadi, Effendy Choirie (Gus Choy), Dadang Rusdiana, Agun Gunanjar Sudarsa, Fayakhun Andriadi, dan Gatot Sudariyono
  • Ketua: Prasetyo Edi Marsudi
  • Wakil Ketua: Mohamad Sangaji, Bambang Waluyo Wahab, Wibi Andrino, dan Dono Prasetyo.
  • Sekretaris: TB Ace Hasan Syadzily
  • Wakil Sekretaris: Yuke Yurike, Abdul Canter, Virgie Baker, dan Michael Umbas
  • Bendahara: Charles Honoris
  • Wakil Bendahara: Nadya, Baskara Sukarya, Anies Hasan, Joice Triatman, dan Manuhara Siaahaan.
  • Juru Bicara: Ahmad Basarah, Komaruddin Watubun, Eriko Sotarduga, Syarifuddin Sudding, Miryam Yani, Very Younevil, Dr Donny Tjahja Rimbawan, Taufik Basari, Bestari Barus, Sophia Latjuba, Ansy Lema, Raja Juli Antoni, Nevi Ervina, Ruhut Sitompul, dan Jerry Sambuaga.
  • Bidang Keamanan: Audi Tambunan, Isyak Syah, M Ichsan, Umar Oeitenan, Anwar Sjani, dan Alexander BISA.
  • Bidang Penggalangan Massa: Arif Wibowo, Samsir Rambe, Andien, Hasan Basri Umar, serta Rendy Reinhart.
  • Bidang Media: Martin Manurung, Charles Melkiansyah, Afriadi Rosdi, Gaya Kartasasmita, dan Clara Tampubolon.
  • Bidang Saksi: Faiz Dwi Hazrian, Judistira Hermawan, Cholil, Ivanhoe Semen, dan Jhonny Simanjuntak.
  • Bidang Hukum dan Advokasi: Pantas Nainggolan, DR Tommy Sihotang, Sirra Prayuna, Gelora Tarigan, Ruddin Akbar Lubis, Rian Ernest, Abdul Qodir, M Jaya Butar-Butar, Jamaludin Lamanda, Andana Marpaung, dan Hilman Panjaitan.
  • Bidang Khusus: Masinton Pasaribu, DR Donny Tjahja Rimbawan, Jamaludin Kainubun, Latifah Al Anshori, dan Dipo Nusantara.
  • Bidang Sumber Daya dan Kreatif: Aria Bima, Soelchan Effendie, Mutiara Indah, Jhony Putra, dan Franc Tumanggor.
  • Bidang Data dan Informasi: Eva Sundari, Muhammad Omar Sjarif, Honey Annisa, Mohammad Pradana, Hariadhi, Kamilus Elu, dan Irvan Habibi Pulungan .
  • Bidang Perlengkapan dan Rumah Tangga: Mahmudin Muslim, Dr Budi Suprapti, Budi Kurniawan, Haritz Rahman Hakim, Agus Lomboan, Rendy Rizki Siregar, Sulistyani, dan Yovita Octaviani..
  • Bidang Kampanye dan Sosialisasi: Merry Hotma, Nurmansyah Tanjung, Basri Baco, H Slamet N Riyadi, H Syarifuddin, DR Mulawarman Hanase, Bestari Barus, dan Guntur Romli.
  • Bidang Korda Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu: Charles Honoris, H Ramli Muhammad, Ahmad Sururi Afif, serta Ahmad Sahroni.
  • Bidang Korda Jakarta Selatan: Gembong Warsono, Michael Hidayat, Ruslan Amsari, M Soleh, dan Wibi Andrino.
  • Bidang Korda Jakarta Timur: William Yani, Taufik Azhar, Top Sihombing, dan James Arifin Sianipar.
  • Bidang Korda Jakarta Pusat: Masinton Pasaribu, Farida Listuti, Ruddin Akbar Lubis, serta Lathifah Al Anshori.
  • Bidang Korda Jakarta Barat: Darmadi Durianto, H Hamidi, Fathi R Sidiq, dan Abdul Aziz Muslim.
Habib Rizieq Serukan Revolusi Jika Aksi Bela Islam III Jadi Digelar

Habib Rizieq Serukan Revolusi Jika Aksi Bela Islam III Jadi Digelar

Habib Rizieq Serukan Revolusi Jika Aksi Bela Islam III Jadi Digelar


Habib Rizieq. (foto: jpnn)

Rumor tentang bakal digelarnya demo 25 November sebagai kelanjutan dari demo 4 November belakangan berhembus kencang di media sosial.
Menurut rumor tersebut, demo 25 November akan dilakukan jika polisi belum juga menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama.
Menanggapi hal itu, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab tak membantah kemungkinan bakal adanya demo lanjutan 4 November. Namun, Rizieq menegaskan bahwa sampai saat ini belum ditetapkan tanggalnya.
“Tanggal aksi bela Islam III belum ditetapkan GNPF-MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI). Tapi memang akan digelar jika penista Al-Qur’an tetap dilindungi dan dibela oleh rezim penguasa,” ucap Habib Rizieq melalui website pribadinya.
Rizieq menyerukan agar umat Islam di seluruh penjuru negeri melakukan persiapan untuk kembali melakukan aksi unjuk rasa jika penegakan hukum terhadap penista agama tetap mandul.
“Jika aksi belas Islam I & II tetap tidak digubris rezim penguasa dan penegakan hukum tetap mandul, maka revolusi bela Islam akan jadi solusinya,” tegasnya.

Terungkapnya Palsu Dicetak di China, Indikasi Dimanfaatkan Kemenangan Ahok dan Migrasi Warga RRC

Terungkapnya Palsu Dicetak di China, Indikasi Dimanfaatkan Kemenangan Ahok dan Migrasi Warga RRC


Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang mengakui, E-KTP palsu banyak dicetak di China dan Paris menjadi indikasi bisa dimanfaatkan untuk kemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan migrasi warga negeri Tirai Bambu ke Indonesia. 



Demikian dikatakan pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada suaranasional, Selasa (4/10). “Apalagi untuk menjadi pemilih di Pilkada DKI Jakarta hanya dengan E-KTP, dan siapa yang sudah siap dengan E-KTP termasuk yang palsu?” kata Baidhowi. 



Kata Baidhowi, adanya E-KTP palsu yang dicetak di China makin menguatkan kecurigaan akan adanya warga RRC yang ingin tinggal di Indonesia.


“Buruh dari China di Indonesia sudah ada, kalau warga China sudah dapat E-KTP maka Indonesia Indonesia akan dibanjiri warga China,” papar Baidhowi. 


Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga mengatakan, pasca duduk sebagai menteri, dirinya mendapat laporan dari koleganya bahwa banyak e-KTP yang dicetak di Paris dan China. 

“Persis sama termasuk hologramnya. “Jumlahnya jutaan. Ada oknum yang bermain, Mabes Polri sedang menyelidikinya dan kita tunggu saja hasilnya,” katanya beberapa waktu yang lalu.

FPI Aceh Tetap Minta Ahok Segera Ditangkap

FPI Aceh Tetap Minta Ahok Segera Ditangkap

FPI Aceh Tetap Minta Ahok Segera Ditangkap


FPI Aceh Tetap Minta Ahok Segera Ditangkap
LHOKSEUMAWE - Front Pembela Islam (FPI) Aceh tetap meminta pihak kepolisian segera menangkap Ahok setelah ditetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.
Berikut pernyataan sikap yang dikirim Ketua FPI Aceh Tgk Muslim Attahiri, kepada Serambinews.com, di Lhokseumawe via whatsapp, Rabu (16/11/2016). Dituliskanya, menanggapi berita di media bahwa Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka, maka FPI Aceh dan seluruh umat islam di Aceh belum yakin masalah ini akan tuntas. Karena yang dituntut oleh umat Islam adalah tangkap Ahok dan adili Ahok.
"Sebagaimana kasus-kasus lain, baru tersangka sudah ditangkap dan tidak pernah kita lihat harus panggil saksi ahli dulu, harus begini dan begitu. Tapi kenapa kasus Ahok ini sangat istimewa? Kami tetap tuntut agar Ahok langsung ditangkap dan bukan cuma Ahok dilarang keluar negeri saja," tulisnya.
Kesempatan ini, Ketua FPU Aceh, tetap mengajak umat Islam jangan pernah berhenti sebelum Ahok dihukum dengan hukuman yg setimpal, karena akibat Ahok telah merugikan negara dan juga telah merugikan umat Islam.
"Coba bayangkan berapa banyak korban pada aksi damai dan berapa banyak harta yg telah kita korbankan, maka belum cukup kalau sekadar memperoleh hasil Ahok jadi tersangka," kata Tgk Muslim At-Thahiry.
Ia juga mengajak umat Islam untuk terus berjuang karena tugas belum selesai. Ia meminta Ahok dihukum seberat-beratnya.
"Kami juga mengharapkan khususnya umat Islam yang ada di Aceh, kita tetap melakukan aksi damai Jumat,18 November 2016 di Bada Aceh karena jihad kita belum tuntas," demikian Tgk Muslim At-thahiry.

sumber : serambi.com

Hebat! Kakek Asal Singkil Duel dengan Buaya

Hebat! Kakek Asal Singkil Duel dengan Buaya

Hebat! Kakek Asal Singkil Duel dengan Buaya



Hebat! Kakek Asal Singkil Duel dengan Buaya

Usia H Usulludin boleh saja sudah menginjak 69 tahun.
Namun soal nyali penduduk Kuala Baru Sungai, Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil tersebut tak boleh dipandang sebelah mata.
Ia berani duel satu lawan satu dengan buaya muara sungai yang terkenal ganas dalam gelap malam.
Berkat aksi nekatnya pula dirinya berhasil lepas dari maut akibat gigitan gigi gergaji binatang reptil itu yang mencengkram paha sebelah kanannya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Serambinews.com, perkelahian tersebut terjadi, Selasa (15/11/2016) sekitar pukul 20.00 WIB. Kala itu si kakek baru saja menunaikan hajat besar di WC darurat yang ada di atas sungai Kuala Baru.
Tiba-tiba dalam perjalanan pulang seekor buaya dengan ukuran konon memiliki panjang antara tiga sampai empat meter itu, menerkam paha korban.
Dalam kondisi tersudut lantaran diserang tiba-tiba, H Usulludin sekuat tenaga melakukan perlawan. Salah satunya membuka mulut buaya dengan cara memukul menggunakan handuk yang dibawanya.
Perlawanannya membuahkan hasil sang buaya melepas gigitannya. Akibat gigitan buaya paha H Usulludin mengalami luka sayatan sedalam 1,5 centi serta lebar 5 centi meter
“Dari lokasi korban setelah lepas dari gigitan buaya ditolong warga yang kebetulan melihatnya dibawa ke rumah untuk diobati,” kata Kapolres Aceh Singkil, AKBP M Ridwan, saat menginformasikan kejadian tersebut.
Menurut Kapolres korban setelah mendapat perawatan medis dalam kondisi baik. “Setelah mendapat perawatan kondisi korban sehat dan baik,” ujarnya.
sumber : http:tribunnews.com
 
Jalur Tangse-Geumpang Putus Total

Jalur Tangse-Geumpang Putus Total

Jalur Tangse-Geumpang Putus Total


BREAKING NEWS: Jalur Tangse-Geumpang Putus Total   

Hujan deras yang mengguyur wilayah Pidie sejak Rabu (16/11/2016) sore telah menyebabkan longsor di Jalan Nasional Tangse-Geumpang, tepatnya di kawasan Dusun Kuala, Gampong Alue Mie, Kecamatan Manee.
Laporan sementara yang diterima Serambinews.com dari Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD) Pidie, Apriadi menyebutkan, hingga saat ini jalur tersebut tak bisa dilewati sama sekali karena badan jalan tertimbun longsoran tebing bukit.
"Satker Jalan Nasional sudah ke lokasi untuk melakukan pembersihan," kata Apriadi yang dihubungi pukul 22.00 WIB malam ini.
Laporan lain juga diperoleh Serambinews.com dari seorang anggota RAPI Pidie, Anwar dengan menyebutkan telah terjadi longsor di lokasi tambang emas Pulau Loih, Geumpang.
"Menurut kabar ada korban namun kami sedang memastikan informasi itu. Hujan masih sangat lebat," lapor Anwar.
Ustadz Irfan: Siapa penyuplai info Al Maidah 51 kepada Ahok?

Ustadz Irfan: Siapa penyuplai info Al Maidah 51 kepada Ahok?

Ustadz Irfan: Siapa penyuplai info Al Maidah 51 kepada Ahok?

Ustadz Irfan: Siapa penyuplai info Al Maidah 51 kepada Ahok?
Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Ustadz Irfan S Awwas, berpendapat dalam kasus penistaan agama oleh Basuki alias Ahok, polisi tidak cukup hanya memeriksa Ahok tapi juga pembisiknya.
“Tidak mungkin Ahok mengetahui apa itu surat Almaidah ayat 51, tanpa ada yang menyuplai informasi atau data rerkait ayat tersebut,” terangnya kepada Arrahmah.com, Selasa (8/11/2016).
Melihat kasus ini, menurutnya ada orang munafik yang menginginkan Ahok jadi gubernur.
“Sehingga ucapan dan perbuatannya dapat dijadikan strategi menghina Islam, menista Al Qur’an serta melemahkan kaum Muslim,” ungkapnya.
Ustadz Irfan memandang hal ini penting agar dapat diketahui motif ucapan Ahok, sehingga berani menista Alqur’an di depan publik, dan si penista agama tidak boleh lolos.
“Ahok tidak boleh lepas dari kasus ini,” tegasnya.
sumber : https://www.arrahmah.com
Sentil Presiden, PBNU: Tidak tepat menstigma #AksiDamai411 ditunggangi kelompok tertentu

Sentil Presiden, PBNU: Tidak tepat menstigma #AksiDamai411 ditunggangi kelompok tertentu

Sentil Presiden, PBNU: Tidak tepat menstigma #AksiDamai411 ditunggangi kelompok tertentu 

Sentil Presiden, PBNU: Tidak tepat menstigma #AksiDamai411 ditunggangi kelompok tertentu
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan pernyataan tegas mengenai aksi damai Bela Alquran yang berlangsung Jumat (4/11/2016) lalu. Salah satu pernyataan menyentil Presiden, yakni “Tidak tepat untuk menstigma bahwa #AksiDamai411 ditunggangi oleh kelompok-kelompok tertentu,” tulis pernyataan PBNU.
Dalam surat bercap resmi PBNU dan ditandatangani Ketua Umum PBNU Prof Said Aqil Sirof dan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini.Senin (7/11) ini, PBNU menyikapi persoalan aksi 4 November tersebut sebagai “Saatnya Memenuhi Rasa Keadilan Masyarakat”.
“Menyayangkan kelambanan pemerintah dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyatnya. Mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan dialog yang lebih intensif dengan seluruh lintas tokoh pemuka agama sehingga terbangun suasana yang kondusif,” kritik PBNU kepada pemerintah.
PBNU juga menegaskan Aksi 4 November kemarin merupakan bentuk cara berdemokrasi secara damai. Sebab, aksi tersebut mengkritik perangai pemimpin yang berkata kotor.
Sebelumnya diketahui, Jokowi mengunjungi kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (7/11). Dia tiba di lokasi pada pukul 15.30 WIB dengan menumpang mobil RI 1.
Berikut selengkapnya pernyataan PBNU:
“Saatnya Memenuhi Rasa Keadilan Masyarakat”
Bismillahirrahmanirrahiem
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Allahumma Shalli wa Sallim ‘Ala Sayyidina Muhammad
Mencermati perkembangan situasi dewasa ini, bersama ini kami tegaskan:
Pertama. Sebagai bagian dari cara berdemokrasi yang beradab dan niat yang tulus untuk meluruskan etika kepemimpinan, kami mengapresiasi #AksiDamai411. Karena hakikat kepemimpinan adalah teladan yang baik (uswatun hasanah), Pemimpin tidak boleh berujar kalimat-kalimat kotor yang menimbulkan kontroversi bahkan melahirkan perpecahan. Pepatahmengatakan:
“Keselamatan seseorang adalah dengan menjaga lisannya.”
Sekarang saatnya bagi kita untuk memperkokoh tali ukhuwah, baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah (persaudaraan kebangsaan) bahkan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan). Tidak tepat untuk menstigma bahwa #AksiDamai411 ditunggangi oleh kelompok-kelompok tertentu. Lebih bijaksana bagi semua pihak hendaknya mengambil pelajaran dari #AksiDamai411 tersebut.
Kedua. Tugas aparat keamanan adalah menindak pihak-pihak yang ingin menodai niat luhur dari #AksiDamai411. Adapun mengenai kericuhan yang ditimbulkan, kami tidak yakin bahwa itu dilakukan para pengunjuk rasa #AksiDamai411. Kami justru menengarai hal itu dilakukan oleh kelompok yang ingin merusak kemurnian dan niat suci dari tujuan gerakan Aksi Damai 4 November.
Ketiga. Menyayangkan kelambanan pemerintah dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyatnya. Mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan dialog yang lebih intensif dengan seluruh lintas tokoh pemuka agama sehingga terbangun suasana yang kondusif.
Keempat. Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu, senantiasa membangun ukhuwah dan memperkokoh ikatan kebangsaan kita.
Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran yang paling berharga bagi kita sebagai bangsa agar tidak terulang di kemudian hari.
Allahu Akbar. NKRI Harga Mati.
Jakarta, 7 November 2016
sumber : arrahmah.com
Laporan turun aksi 4 November dan pernyataan sikap Semut Ibrahim

Laporan turun aksi 4 November dan pernyataan sikap Semut Ibrahim

Laporan turun aksi 4 November dan pernyataan sikap Semut Ibrahim

Laporan turun aksi 4 November dan pernyataan sikap Semut Ibrahim
Aksi Damai 4 November (411) kita awali dengan hati yang tunduk, gemuruh cinta berdebar dalam dada, dan Asma Allah kita dzikirkan dalam hati bersama-sama.
Kita awali 411 dengan sujud bersama pada Shubuh berjama’ah. Kening kita melekat di lantai dasar karena kita sadar. Betapa rendahnya kita di hadapan-Nya.
Dari pagi hingga menjelang Shalat Jum’at, kita bersama-sama itikaf di masjid-masjid sekitar lokasi aksi damai 411.
Kita menunggu kedatangan saudara dari segala penjuru.
Semut Ibrahim berangkat dari markas pukul 9.30 menuju Masjid Istiqlal. 15 orang kami utus untuk membantu menyemut memunguti sampah di sekitar area long march. Kami berangkat diawali dengan doa dan cinta.
Tersisalah 33 orang anggota kami menetap di markas sebagai data center. Mereka menerima laporan keadaan, foto, serta video dari anggota Semut Ibrahim yang turun aksi ke lapangan. Sumber tersebut kami jadikan tulisan di https://semutibrahim.com/.
Pada pukul 11.15 pasukan Semut Ibrahim sampai di daerah long march. Kami mencari masjid terdekat untuk melaksanakan Shalat Jum’ah.

Shalat Jum'at di Masjid PLN
Alhamdulillah kami masih mendapat tempat untuk shalat. Jama’ah Shalat Jum’at begitu banyaknya hingga sampai tumpah ke jalan. Kami membantu menggelar karpet untuk alas shalat saudara-saudara kita di sana.
Khutbah Jum’at dari sang khotib menentramkan hati kami. Beliau memberikan pesan agar aksi long march berjalan dengan damai, tidak ada hate speech.
Sang khotib menasehati kami dan mengingatkan bahwa hari ini kita datang bersama dengan perasaan cinta kasih kepada Allah, kepada Muhammad SAW, kepada Alquran, kepada saudara seiman dan setanah air.
Semut Ibrahim
Selepas Shalat Jum’at, Semut Ibrahim membantu membereskan kertas koran yang berserakan untuk shalat dan menggulung karpet.
Shalat Jum’at telah kita tunaikan. Saatnya kami turun aksi! Kami menyemut mengikuti iringan saudara-saudara kami untuk memunguti sampah.
Semut Ibrahim berangkat dengan doa. Beraksi dengan cinta.
Bismillah. semoga hal kecil ini bisa menjadi bibit perdamaian kita.
Bismillah. semoga hal kecil ini bisa menjadi bibit perdamaian kita.

Mungkin sampah sampah yang kami kumpulkan tidak akan mengurangi jumlah keseluruhannya secara signifikan. Tapi inilah cara kami menunjukkan keberpihakan, mengiringi pengunjuk rasa, menjadi tempat sampah berjalan.
Kami, Pasukan Semut Ibrahim, berkoloni untuk melakukan hal hal kecil dan menjadikannya bermanfaat besar.
Kami berulangkali mengucapkan syukur. Sepanjang kami menyemut, Alhamdulillah, keadaan begitu damai. Perjalanan long march berjalan dengan khidmat dan lancar. Kami merasa sebagai ummat yang satu. Ummat Islam. Tidak ada perbedaan di antara kita semua. Kita datang untuk damai, keadilan, dan menyuarakan prinsip kita.
Aksi Damai 4 November 2016.
Waktu berjalan dengan lambat. Kami sungguh menikmati kebersamaan bersama saudara-saudara kami. Tak lama kemudian adzan Ashar berkumandang. Para peserta aksi 411 berbondong-bondong ke tempat shalat. Ada pula mereka yang shalat di jalan. Aksi damai yang kami lakukan tidak membuat kami lupa untuk menunaikan kewajiban dan beribadah pada Allah. 
Hingga pukul 18.00 kami mengikuti aksi damai. Alhamdulillah semua berjalan dengan rukun, santun, dan damai. Hati kami sangat bahagia. Alhamdulillah. Alhamdulillah… Kami menyaksikan sebagian besar peserta aksi 411 berbondong-bondong pulang.
Kami pun menuju parkiran mobil kami di daerah Jl Sabang, Jakarta, untuk pulang kembali ke rumah semut. Seorang anggota kami masih berada di depan Istana Negara untuk memantau keadaan.
Di tengah perjalanan, tepatnya pada pukul 19.30, kami mendengar berita terjadinya kericuhan di depan Istana Negara. Kami merasa kaget dan kebingungan. Kenapa bisa terjadi kericuhan itu? Selama 8 jam kami bersama di lokasi, semua berjalan damai dan lancar-lancar saja.
Seorang anggota Semut Ibrahim melapor dari lokasi, bahwasanya para peserta aksi tidak melakukan kericuhan. Mereka berdzikir bersama selepas shalat Isya sambil menunggu kedatangan presiden Jokowi yang berjanji menemui kita. Polisi pun menjaga keamanan dengan santun dan baik.
Namun beberapa saat kemudian, massa yang entah dari mana, mereka memprovokasi dan memicu bentrok dengan polisi. Tentu polisi sebagai tenaga keamanan berusaha untuk menjaga keadaan agar kondusif. Gas air mata disemprotkan ke arah provokator itu. Sebagian saudara kami di sana pun terkena dampak gas air mata. Provokator itu lalu melempar benda di sekitar mereka, memukuli pertahanan polisi, dan membakar ban.
Kami, Semut Ibrahim, tidak langsung gegabah mengambil kesimpulan dari kericuhan ini. Tim kami di data center menganalis data yang didapat dari sosial media dan trafik isu di internet. Kami pun menghubungi sumber informasi kunci yang mengetahui fakta dan memahami kejadian di lokasi.
Berdasarkan penelusuran jaringan Semut Ibrahim. Kami yakin. Sungguh yakin bahwa kericuhan ini tidak disebabkan dari pihak peserta aksi damai 411 atau dari Polisi.
Seharian penuh peserta aksi berjalan dengan santun dan damai. Mereka tidak membawa senjata atau benda yang memungkinkan menjadi senjata ke area long march. Kami hanya berbekal prinsip dan suara yang hendak kami sampaikan.
Sedangkan Polisi telah menyiapkan pasukan bernama Asmaul Husna untuk mengamankan keadaan. Sedari pagi pun Polisi bersikap santun dan ramah pada peserta aksi damai 411.
Hal ini tidak mungkin terjadi bila tak ada cinta dalam hati.
Maka dari itu, Semut Ibrahim berkesimpulan bahwa kericuhan yang terjadi semalam pastinya ulah dari provokator yang tidak menginginkan kedamaian terjadi pada aksi ini dan di Indonesia. Mereka bukanlah kelompok yang terlibat sepanjang hari aksi damai 411.
Provokator itu datang ketika malam, di saat orang-orang sudah lelah. Mereka menyulut api dan mengobarkan emosi. Mengadu domba kita yang sedari pagi sudah saling mencinta. Kita sebagai manusia yang lemah, tak bisa dipungkiri, mungkin juga terbawa keadaan kisruh yang dipicu provokator.
Sungguh Semut Ibrahim sangat bersedih. Tak sedikit anggota kami yang menitikan air mata karena menangis dan merasa sedih mendengarkan berita semalam. Betapa teganya provokator merusak kedamaian dan cinta yang kita bangun bersama.
Semut Ibrahim hanya bisa mengajak dan berharap. Ayo kita saling mencinta dan berpegang pada prinsip damai kita. Semoga kawan-kawan yang kami yakin pasti bercita-cita sama dengan kami, bisa mengajak orang lain untuk berpegangan tangan bersama. Kita ini saudara. Kita saling mencinta! Semoga kita selalu bisa berprasangka baik pada semua orang.
Perasaan damai ini harus kita kawal dan jaga. Tapi kita pun tidak bersikap naif. Dari kejadian ini kita jadi tahu bahwa ada kelompok yang tidak suka jika kita berdamai. Mari kita rangkul mereka untuk merasakan indahnya kedamaian. Ajak mereka untuk bergabung dan saling mencinta dengan kita.
Kejadian ini pun membuat kami tersadar. Semut Ibrahim perlu gigih belajar. Semut Ibrahim perlu menguasai semua bidang ilmu dan keahlian. Tantangan kita di depan untuk menjaga cinta dan perdamaian tidaklah mudah. Semut Ibrahim juga akan terus berusaha mengubah diri kami terlebih dahulu untuk lebih bijak dalam menyikapi masalah.
Semoga cinta kasih selalu meliputi kita semua. Semoga Allah Yang Maha Penyayang dan Pengasih selalu melindungi kita.
Salam Semut Ibrahim..
sumber : https://www.arrahmah.com
Para Provokator Penyusup Demo 4 November Ternyata Teman Ahok

Para Provokator Penyusup Demo 4 November Ternyata Teman Ahok

Para Provokator Penyusup Demo 4 November Ternyata Teman Ahok

dikutip dari media Aktual.us , di beritakan para demonstran bersama aparat menangkapi beberapa penyusup yang terbuka kedoknya sebagai provokator yang berniat menunggangi aksi demo damai Bela Islam 4 November. Sejak siang hari, beberapa orang berhasil ditangkap menyusup ke barisan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Ketika diinterogasi korlap (kordinator lapangan) mereka bahkan tidak bisa syahadat dan saat dimintai KTP, ternyata bukan muslim. Belakangan diketahui mereka adalah Teman Ahok.

Berikut adalah Ferdinan, yang ketakutan begitu tertangkap basah sebagai penyusup yang bertujuan memprovokasi aksi damai. Dia sengaja membiarkan berewoknya tumbuh sebelum demonstrasi.

Selain penyusup yang merupakan Teman Ahok dan kader-kader partai pengusung Ahok, massa juga mendapati wartawan Kompas yang melempari aparat dengan botol mineral. Massa demonstran pun mengusirnya sebelum membuat kericuhan lebih besar lagi.

Padahal seperti diketahui melalui siaran langsung oleh salah satu TV swasta, aksi damai Bela Islam berlangsung tertib dan teratur hingga pukul 18:00 WITA. Bahkan antara pihak kepolisian, TNI dan peserta unjuk rasa sudah menyatu, bahu membahu.





Namun begitu dalang aktor pemecah belah persatuan bangsa menginteruksikan makarnya terhadap rakyat nusantara, keadaan berubah. Meski demikian, hanya segelintir oknum yang seolah saling berhadapan. Oknum-oknum tersebut disaksikan baru datang pada malam hari dan langsung merengsek ke depan.
Penyusup begitu sampai di malam hari, langsung merengsek maju dan melakukan aksi anarkis, padahal sudah dihalau dan dihalang-halangi demonstran. Tetapi karena demonstran sudah mulai meninggalkan lokasi, keadaan sedikit lengang ini dimanfaatkan penyusup untuk merusak sarana demonstrasi sebagai sarana sistem demokrasi ini.
Para penyusup ini bahkan tidak mengenakan pakaian dan atribut sebagaimana pengunjuk rasa lainnya.

Padahal sebelumnya, begitu penyusup dari Teman Ahok merengsek masuk, demonstran langsung melindungi para aparat yang berjaga:

Sumber: eramuslim.com
Panglima TNI: Politikus Busuk Disetir Negara Asing Rusak Negara Kita

Panglima TNI: Politikus Busuk Disetir Negara Asing Rusak Negara Kita

Panglima TNI: Politikus Busuk Disetir Negara Asing Rusak Negara Kita


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan Indonesia saat ini telah dirusak para politikus yang dikendalikan negara asing.
Para politikus tersebut telah menodai semangat nasionalisme di Indonesia.
Gatot mengatakan, masyarakat Indonesia tidak lagi memiliki budaya sopan-santun seperti yang telah diwariskan turun-temurun.
Budaya saling menghargai dan menghormati diganti dengan budaya baru yang sangat berbeda.
“Masyarakat Indonesia saat ini memiliki budaya yang berbeda, mereka lebih suka marah-marah, parahnya itu semua dipelopori oleh politikus yang dikendalikan dari luar oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab ,” ujar Gatot dalam seminar nasional bela negara di Hotel Sheraton Makassar, Sulawesi Selata, Sabtu (12/12/2015).
Gatot Nurmantyo menganggap ancaman politisi dari dalam negeri jauh lebih berbahaya dari pada ancaman lansung dari negara asing.
Dikatakannya orang atau para politikus dapat merusak tatanan negara dari dalam dan itulah yang dimanfaatkan pihak asing.
Mereka mengendalikan orang-orang penting di negara ini untuk merusak Indonesia.
Oleh karena itu, kesadaran Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Sulsel mempelopori semangat bela negara Indonesia sangat diapresiasi Panglima TNI Gatot Nurmantyo
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan bela negara ini. IARMI punya semangat untuk mengembalikan semangat budaya bangsa Indonesia. Semangat bela negara itu harus diwujudkan guna menangkal para politisi politisi busuk yang mencoba merusak Indonesia,” ujar Gatot Nurmantyo.(*)
KRONOLOGI AKSI BELA ISLAM 4 NOV dari GNPF MUI

KRONOLOGI AKSI BELA ISLAM 4 NOV dari GNPF MUI


KRONOLOGI AKSI BELA ISLAM 4 NOV dari GNPF MUI


Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 versi resmi dari GNPF MUI sebagai berikut:
1. Pukul 10 pagi GNPF memberikan pengarahan terbatas kepada pengendali barisan aksi dan para orator dengan pesan yang kuat bahwa ini adalah AKSI DAMAI dan harus menunjukkan akhlaqul karimah.
2. Pukul 11 pagi pimpinan GNPF bersama ulama menetapkan kesepakatan target aksi damai yang akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi.
3. Usai shalat Jumat di Mesjid Istiqlal semua peserta barisan aksi melakukan longmarch menuju istana sesuai rute yang telah ditetapkan. Orasi di depan istana baru dimulai ba’da ashar.
4. Pelaksanaan orasi berjalan lancar dengan orator bergantian dari berbagai elemen dipimpin langsung oleh Habib Rizieq Syihab (sebagai Pembina GNPF MUI).
5. Perundingan pertama mengutus 2 orang Juru Runding GNPF MUI yaitu; KH. Bachtiar Nasir, dan KH. M. Zaitun Razmin untuk mendatangi istana. Hasilnya Juru Runding menolak melakukan perundingan karena hanya akan ditemui oleh Menko Polhukam dan beberapa menteri sebagai utusan resmi Presiden RI.
6. Juru Runding mendatangi istana untuk kedua kalinya namun kemudian mereka tetap menolak untuk berunding karena istana tetap menawarkan Menko Polhukkam dan petinggi lainnya, sehingga kemudian Juru Runding kembali kepada barisan aksi.
7. Selanjutnya Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya berinisiatif mendatangi mobil barisan aksi kemudian naik ke atas dan memberi salam hormat kepada peserta aksi. Kedatangan mereka untuk menemui Habib Rizieq Syihab dan menawarkan agar Juru Runding bisa diterima oleh Wapres RI. Habib Rizieq Syihab bersedia memenuhi penawaran tersebut dengan jaminan agar Wapres RI bersedia memerintahkan Kapolri untuk menangkap BTP hari itu juga.
8. Kemudian Juru Runding mendatangi istana untuk ketigakalinya. Kali ini Juru Runding diikuti juga oleh KH Misbahul Anam. Juru Runding ditemui Wapres RI dan petinggi lainnya. Perundingan berjalan alot. Hasilnya Wapres RI memberikan jaminan akan memproses hukum BTP secara cepat, tegas dan transparan serta minta waktu selama 2 (dua) minggu untuk merealisasikannya.
9. Juru Runding kembali ke barisan aksi untuk menyampaikan hasil perundingan. Perundingan trakhir ini baru selesai pukul 18.00 wib. Setelah disampaikan, reaksi para peserta aksi tidak bisa menerima hasil tersebut dan bersepakat untuk bermalam di depan istana.
10. KH Arifin Ilham dengan inisiatif sendiri berusaha bernegosiasi langsung menemui Wapres RI.
11. Kericuhan kecil sebenarnya sudah mulai terjadi sebelum rombongan mobil komando tiba, antara massa yang ‘terprovokasi’ dengan barikade polisi. Agar tidak terjadi bentrok maka Laskar FPI menjadi pagar pembatas antara massa tersebut dengan barikade polisi, tak lama setelah adzan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. KH Arifin Ilham yang masih berada di istana bersaksi bahwa, Wapres RI, Menko Polhukkam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut.
12. Berkali-kali Kapolri dan Panglima TNI memerintahkan aparat untuk berhenti menembak massa lewat pengeras suara namun tak digubris oleh pasukan polisi, bahkan pasukan motor polisi berputar-putar di kerumunan massa sehingga ada yang tertabrak dan tergilas.
13. Kejadian tersebut telah memakan 1 korban meninggal dunia dan ratusan korban luka peluru karet, tertabrak motor polisi dan banyaknya gas air mata.
14. Barisan Aksi Bela Islam II akhirnya bergerak menginap di pagar luar Gedung MPR/DPR, pada Pk 03.00 dinihari delegasi GNPF diterima oleh Komisi 3 DPR dan Ketua DPR, setelah beberapa kali berunding. Keamanan gedung MPR/DPR diambil alih oleh Panglima TNI dan Kapolri yang akan menggusur massa yang menginap di luar pagar Gedung MPR/DPR.
15. Komisi 3 DPR kemudian memberikan jaminan akan menekan pemerintah pusat untuk memenuhi janjinya di depan massa Aksi Damai.
16. Pada pukul 04.05 tanggal 5 Nov 2016 secara resmi GNPF MUI membubarkan Aksi Bela Islam II yang ditutup oleh Ketua GNPF MUI Ust. Bachtiar Nasir, “Alhamdulillah aksi damai berlangsung dengan maksimal meski ditekan, ditembaki, dipukuli tapi kita bersabar dan tidak membalas, tidak melawan, karena niat awal kita adalah aksi damai”. Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab menegaskan bahwa “Sebenernya kita bisa saja melawan, perang, tapi kita ini aksi damai, kita tidak boleh diadu domba melawan Polisi dan TNI, mereka saudara kita juga, kita fokus pada kasus penistaan Al Quran oleh Ahok”.
Jargon AKSI DAMAI kami ketika dibenturkan dengan aparat keamanan adalah “Melawan dengan tanpa melakukan perlawanan”.
Meskipun dalam tekanan yang sangat-sangat represif komando kami hanyalah;
– JANGAN MELAWAN!!!
– DIAM DI TEMPAT!!!
– JANGAN MAJUUU!!!

Ingatlah Allah swt. senantiasa menjaga kesucian Al Quran dan jangan ada yang menistakannya.
Heboh Lagi,Beredar Video Said Aqil Siradj Sebut Orang Shalat Berdasarkan Qur’an dan Hadits Goblok

Heboh Lagi,Beredar Video Said Aqil Siradj Sebut Orang Shalat Berdasarkan Qur’an dan Hadits Goblok

Heboh Lagi,Beredar Video Said Aqil Siradj Sebut Orang Shalat Berdasarkan Qur’an dan Hadits Goblok

Media sosial kembali dihebohkan dengan video Said Aqil Siradj. Setelah sebelumnya beredar videonya menyebut Malaikat Munkar Nakir belum bisa menanyai Gus Dur, lalu audio ceramah menyebut jenggot mengurangi kecerdasan dan semakin panjang jenggot semakin goblok, kini beredar videonya menggoblok-goblokkan banyak pihak.
Dalam video berdurasi 3 menit 7 detik ini, Said Aqil Siradj menyebut orang yang shalat hanya berdasarkan Qur’an dan hadits goblok.
“Kalau orang mengatakan ‘saya shalat hanya berdasarkan Qur’an dan hadits’ goblok,” katanya pada detik ke-10 hingga detik ke-15.
Pada video itu, ia juga menyebut Muhammadiyah goblok.
“Memuji Rasulullah adalah sunnah tabaririyah, Goblok,” ujarnya. “Saya mengatakan goblok itu pada Muhammadiyah, bukan pada Anda”
Dalam video tersebut tampak orang-orang di samping Said merasa tidak nyaman dengan bahasa Said yang kasar.
Said kembali terpilih menjadi Ketua PBNU pada Muktamar di Jombang awal Agustus lalu. Namun, hasil Muktamar itu digugat oleh Forum Lintas Pengurus Wilayah NU (FL-PWNU). FL-PWNU telah memasukkan gugatan resmi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 3 September lalu.
FOKUS: Jokowi Tolak Temui Demonstran, Ada Apa?

FOKUS: Jokowi Tolak Temui Demonstran, Ada Apa?

FOKUS: Jokowi Tolak Temui Demonstran, Ada Apa?

ISTANA Negara jadi salah satu titik massa demonstran unjuk aksi. Sayangnya, sang “empunya” Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tak berada di Istana saat ratusan ribu demonstran mendatangi landmarkyang dibangun sejak akhir abad 18 (1796) itu.
Sejak Jumat (4/11/2016) pagi, massa ormas Islam membanjiri Jakarta Pusat demi menuntut proses hukum Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama. Sosok kontroversial yang biasa disapa Ahok itu diduga melakukan penistaan agama.
Tentunya para demonstran itu juga meminta pertemuan dengan Presiden Jokowi. Bahkan sebelumnya sudah dikonfirmasi, bahwa 25 orang perwakilan demonstran akan dibolehkan masuk ke Istana Negara.
Sayang seribu sayang, bukan Presiden Jokowi yang akan menerima mereka. Melainkan hanya Menko Polhukam RI Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Mensesneg RI Pratikno, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan beberapa “delegasi” Komisi III DPR RI.
Lha terus Pak Jokowi ke mana, tuh? Ternyata eh ternyata, Presiden Jokowi memilih pergi ke Tangerang. Tepatnya ke situs proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta di Tanah Tinggi, Batu Ceper, Tangerang.
Presiden Jokowi meninjau proyek itu karena hingga sekarang, 800 lahan yang diperlukan belum terbebaskan. Lahan itu hingga kini statusnya masih milik perusahaan pabrik kaca PT Surya Aditya Fortuna Glass.

Dengan didampingi Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN RI Rini Soemarno, Presiden Jokowi kemudian juga meninjau lokasi infrastruktur proyek kereta lainnya di bandara.
Padahal sehari sebelum hari H demo 4 November, sempat disebutkan bahwa Presiden Jokowi hanya akan berkantor di Istana
 Biasa-biasa saja. Presiden juga ngantor aja. Besok saya juga ngadepPresiden di sini (Istana), enggak ada apa-apa,” cetus Menko Kemaritiman RI Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Kamis 3 November kemarin.
Hingga petang hari pun Presiden Jokowi belum nampak kembali ke Istana. Sementara untuk menampung aspirasi demonstran, Menko Polhukam Wiranto mempersilakan jika demonstran ingin menyampaikan surat atau petisi buat Presiden.
 “Kalau saya lihat seperti ini (demo tertib), nanti perwakilannya untuk memberikan satu petisi atau usulan menyampaikan aspirasi masyarakat, boleh-boleh saja. Tidak ada masalah, itu sudah diatur dalam UU (Undang-Undang),” tutur Wiranto.
Namun mirisnya hingga waktu beranjak senja, Presiden Jokowi tak jua menunjukkan batang hidungnya. Padahal seruan-seruan untuk presiden datang menemui demonstran, sudah lantang disuarakan Habib Rizieq, serta Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan pentolan Band Dewa Ahmad Dhani yang ikut berdemo.
 “Jokowi gagal memberikan rasa hormat kepada para ulama. Apabila Presiden Jokowi tidak ber‎sedia menemui para ulama, kita akan menduduki MPR/DPR. Aksi demonstrasi ini merupakan kesedihan kita karena kita semua bersaudara tapi Presiden diam saja,” seru Ahmad Dhani dalam orasinya.
Sementara itu Juru Bicara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bachtiar Nasir, menegaskan bahwa dia sudah mencoba ‘nego’ dengan para demonstran, agar bersedia ditemui utusan presiden.
“Negosiasi awal kami hanya ingin bertemu dengan Presiden. Kami niatnya baik. (Tapi) teman-teman (ulama) keputusannya tidak mau. Mereka tetap ingin bertemu dengan Presiden,” ujar Bachtiar.

Adapun perwakilan pemerintah yang ditugasi langsung, seperti Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri Agama Lukman, Kepala KSP Teten Masduki, Juru Bicara Presiden Johan Budi, Kapolri Tito Karnavian, dan para perwakilan DPR dan DPD, kembali menggelar rapat.
 “Sebenarnya yang terjadi adalah, tatkala pemerintah ada perwakilan resmi dan sah untuk menerima aspirasi itu, harusnya dari pihak di sana juga ya dengan ikhlas menyampaikan itu kepada saya. Maka saya harapkan ada titik temu, karena kita tidak menang-menangan, tidak ngotot-ngototan, tapi yang penting kan komunikasi itu ada, antara pengunjuk rasa yang akan menyampaikan aspirasi,” papar Wiranto.
Memang pada tenggat waktu yang diberikan polisi hingga pukul 18.00 WIB, sejumlah massa sudah mulai berangsur-angsur pulang. Tapi tetap ada beberapa kelompok demonstran yang kekeuh ingin bertemu Presiden Jokowi.
Setelah kembali ada negosiasi, barulah perwakilan demonstran berkenan untuk hanya bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK). Di antara beberapa perwakilan pengunjuk rasa yang ditemui Wapres adalah KH Bachtiar Nashir (Arrahman Quranic Learning), Ustadz Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah) dan Ustadz Misbah (Front Pembela Islam) di Kantor Wapres.

Sedangkan dari pihak pemerintah, Wapres JK didampingi Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Juru Bicara Kepresidenan RI Johan Budi, Menteri Agama Lukman Saifuddin, dan Menko Polhukam Wiranto. Ada juga dari Komisi III DPR, yakni Asrul Sani dan Abu Bakar al-Habsyi.
Majelis Mujahidin bertanya, siapa yang menunggangi Jokowi?

Majelis Mujahidin bertanya, siapa yang menunggangi Jokowi?

Majelis Mujahidin bertanya, siapa yang menunggangi Jokowi?


Sikap Presiden Jokowi yang terkesan menghindar dari menemui Ulama dan dua juta kaum Muslimin yang mendatangani Istana Negara pada aksi Bela Islam II 4 November 2016, sangat mengecewakan. Lebih dari itu, malam harinya bahkan Jokowi menuduh dengan menyebut dalam keterangan persnya, “Aksi bela Islam ditunggangi kekustan politik tertentu”.
Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Irfan S. Awwas balik bertanya kepada Jokowi terkait ucapannya ini.
“Jika begitu Tuan Presiden, siapakah yang menunggangi pemerintahan Tuan, sehingga untuk menindak seorang penista Alqur’an umat Islam harus mengerahkan jutaan orang untuk menuntuk keadilan dan tegaknya hukum,” tanya Irfan, dalam pernyataannya kepada redaksi Senin (7/11/2016).
“Apakah Tuan Jokowi ditunggangi kekuatan komunis Cina dan kekuatan asing yang menghendaki kehancuran Indonesia,” tambahnya.
Sebelumnya Ketua Dewan Pertimbangan (Watim) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin juga mengaku kecewa dengan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sejak awal tidak berniat menemui perwakilan pengunjuk rasa aksi Bela Islam II pada 4 November kemarin. Padahal tuntutan demonstran sangat substantif dan proposional.
“Beliau justru pergi dan mengeluarkan kesan mengabaikan demonstrasi. Itu menurut saya tidak bijak,” katanya lansir Republika.co.id, Sabtu (5/11).
Din menilai alasan bahwa Presiden tidak bisa kembali ke istana karena kondisi lalu lintas yang tidak memungkinkan juga tidak bisa dipercaya. Menurutnya, untuk seorang presiden kondisi lalu lintas bukan menjadi persoalan yang besar. Bahkan Presiden dapat menggunakan helikopter jika diperlukan.
“Seharusnya jika memang presiden sudah mengetahui akan ada kemacetan akibat demonstrasi maka seharusnya sejak awal tidak pergi meninggalkan istana,” katanya.
Dengan sikap Presiden yang seperti ini, maka blusukan yang dilakukan selama ini terkesan semu dan hanya pencitraan. Seharusnya presiden dapat memanfaatkan kesempatan aksi damai untuk dapat blusukan ke demonstran.
“Dan berdialog dengan perwakilan,” ucapnya.
Sikap Presiden juga menimbulkan ketidakadilan bagi umat Islam. Dikhawatirkan sikap yang ditunjukan presiden ini menimbulkan kekecewaan bagi massa demonstran. “Sebenarnya jika beliau datang akan selesai dan bagus untuk masalah ini. Tapi kan ini sudah lewat dan jangan pula beralibi dengan argumen-argumen yang nggak bisa kita percayai,” jelasnya. (azmuttaqin)
Pahlawan Pembela PKI Pengkhianat Bangsa, Imam Kentut?

Pahlawan Pembela PKI Pengkhianat Bangsa, Imam Kentut?

Pahlawan Pembela PKI Pengkhianat Bangsa, Imam Kentut?

Waktu masih remaja, orang ini digarap secara intensif oleh Bu Rubiyah, seorang gerwani PKI. Cucu ulama besar namun digarap benar-benar oleh militan PKI. Hingga dia sendiri pernah megakui, guru paling terkesan bagi dirinya adalah guru Bahasa Iggerisnya yaitu Bu Rubiyah, tak lain adalah gerwani PKI militan.
Gerwani PKI dikenal sebagai pendoktrin ampuh ajaran-ajaran komunis terhadap orang-orang yang digarapnya, dan sekaligus sadis, termasuk dalam kasus kekejaman PKI yang membantai para Ulama, Umat Islam dan tentara bahkan para jendral pun dibantai oleh PKI. Itu tidak lepas dari peran Gerwani PKI, waktu PKI berontak di Madiun 1948 maupun memberontak lagi tahun 1965 yang disebut Gestapu PKI dengan membunuhi jendral-jendral.
Manusia yang dibina gerwani PKI ini ketika belajar di Timur Tengah pun tidak dia ceritakan mengenai kekagumannya kepada kitab-kitab ulama. Tetapi justru ia ceritakan betapa kagumnya dia terhadap cerita-cerita bikinan pengarang dari negeri komunis Rusia, yaitu Tolstoy. Saking kagumnya, manusia yang satu ini sampai-sampai anaknya pun dia namai salah satu tokoh dari novel Tolstoy dari negeri komunis Rusia itu. Kekaguman terhadap cerita karangan dari negeri Komunis Rusia itu dia ceritakan di Harian Pelita Jakarta waktu dia gencar-gencarnya untuk mengkampanyekan diri agar diangkat jadi pemimpin NU.
Begitu memimpin NU, yang terjadi adalah gerahnya para ulama, karena sepak terjang manusia ini memang dinilai tidak sesuai dengan akhlaq dan adab keulamaan sama sekali, bahkan dinilai mengandung unsur menyakiti Ulama dan Umat Islam.
Sebuah sorotan mengenai kontroversi seputar dirinya, di antaranya mengungkap:
Gus Dur juga tercatat sebagai anggota DIAN (Dialog Antar Iman) yg berpusat di Univ Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah,  Gus Dur juga menjabat sebagai anggota Institute Shimon Peres, Lembaga Yahudi Terkemuka yg berpusat di Tel Aviv Israel, Protes mayoritas umat Islam kepada Gus Dur karena keanggotaannya di Shimon Peres Institute dicuekin Gus Dur, Meski pun fakta sejarah buktikan Shimon Peres adalah mantan PM Israel yg bertanggungjawab atas pembantaian puluhan ribu muslim Palestina (kalau gw sih orang islam dukung palestina, dia malah dukung yahudi)Gus Dur malah makin melawan pendapat mayoritas islam Indonesia dgn mengirimkan sejumlah kader2 NU ke lembaga2 pendidikan Israel (ini lebih gila lagi)
Sikap Gus Dur yg lukai umat Islam Indonesia dan dunia itu akhirnya menyebabkan beliau didamprat habis oleh sesepuh NU, KH Ali Maksum,  Selain dimarahi habis2an oleh KH Ali Maksum (pengasuh pondok pesantren krapyak Yogyakarta), KH As’ad Syamsul Arifin (Situbondo) juga marah besar pada Gus Dur,Hingga akhir hayatnya, KH As’ad tetap pertahankan sikap berlepas diri (bermufaroqoh) terhadap Gus Dur. Ga’ mau kenal dan komunikasi, , KH Asa’ad mengibaratkan Gus Dus yg Ketua PB NU sbg imam yg kentut sehingga keimamannya batal dan nahdliyin tdk boleh mengikuti Gus Dur, ,KH Asa’ad sdh pada sikap frustasi/ menyerah /angkat tangan karena tak mampu lagi menasihati Gus Dur agar kembali ke jalan yg benar, Tak kurang juga KH Ali Yafie mengundurkan diri dari kepengurusan NU karena protes dan marah besar pada kelakuan Gus Dur, Kemarahan terbesar KH Ali Yafie adalah saat Gus Dur menerima (karena mengajukan permintaan, red) dana yg berasal dari judi nasional, SDSB.(halal ga ya, dana NU dari perusahaan judi). Paman Gus Dur yakni KH Yusuf Hasyim pernah mengungkapkan keputus-asaannya dlm menasihati Gus Dur yg gemar berfikiran aneh dan miring. (Kontoversi Seputar Gus Dur, POSTED BY IRFAN NUR FAUZI ⋅ JULY 29, 2013 / irvanzi.wordpress.com)⋅
Perlu dicatat, sampai-sampai KH Ali Yafie kembali mengundurkan diri pula dari memimpin MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat ketika Indonesia dipresideni oleh Gus Dur. Dan benarlah, ternyata ketika diumumkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia: penyedap masakan Ajinomoto haram, 3 Januari 2001, buru-buru Gus Dur membantahnya dengan menyebutnya halal.
Kesimpulan (haramnya bumbu masak Ajino moto) tersebut berdasarkan penelitian Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika MUI. Lembaga itu menemukan bahwa PT Ajinomoto Indonesia memakai enzim bactosoytone dalam menghasilkan penyedap tersebut.
Bactosoytone itu digunakan sebagai makanan mikroba untuk memproses fermentasi tetes tebu, yang menjadi bahan vital bumbu masak itu. Tapi, selain memakai kedelai sebagai bahan baku utama, produsen cap mangkuk merah itu juga memakai enzim porcine yang diambil dari pankreas babi. Karena sudah bersentuhan dengan babi, Ketua LPPOM MUI Prof Dr Aisyah Girindra mengatakan, pelezat masakan itu haram bagi umat Muslim. (liputan6.com, on 15 Jan 2001 at 20:26 WIB).
Giliran jadi presiden, orang ini tampaknya masih terngiang akan jasa gerwani PKI yang mengasuhnya, maka bertandanglah orang ini dengan berusaha untuk mencabut TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 tentang pelarangan PKI dan pelarangan penyebaran ajaran komunisme dan Marxisme/Leninisme di Indonesia.
Itu bukti bahwa kecintaan orang yang dibina gerwani PKI ini justru kepada PKI, sampai-sampai dia juga memberi kata pengantar buku “Aku Bangga Jadi Anak PKI” karangan orang yang mengisahkan dirinya sebagai anak PKI dan belakangan jadi anggota DPR. Maka Kata Pengantar itu dibalas oleh Hartono Ahmad Jaiz dengan buku berjudul “Gus Dur Menjual Bapaknya”.
Mengenai kasus dia membela PKI, berita berikut ini dapat disimak.

Penolakan Usulan Gus Dur

Adil – Usul saudara Presiden Abdurrahman Wahid soal pencabutan Tap MPRS Nomor XXV Tahun 1966 tentang pelarangan PKI dan pelarangan penyebaran ajaran komunisme dan Marxisme/Leninisme di Indonesia, akhirnya kandas. Dalam rapat Panitia Ad Hoc II Badan Pekerja (PAH II BP) MPR pada akhir Mei yang lalu, seluruh Fraksi MPR menolak usulan yang sempat menjadi polemik publik dan mengundang aksi protes kaum muda serat umat Islam di mana-mana. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa pun akhirnya ikut menolak usulan tersebut, kendati sempat bersikeras mendukung lontaran dari Gus Dur itu.
Ada sejumlah alasan yang sangat kuat, mengapa kita bangsa Indonesia, termasuk umat Islam, mustahil dapat menerima kembali komunisme di bumi pertiwi Indonesia. Pertama, ideologi dan falsafah PKI adalah anti Tuhan, ateisme. Malahan di Uni Soviet –negara komunis yang sudah bubar, dikatakan dalam undang-undang dasarnya bahwa dalam negara sosialis Uni Soviet warga negara di perbolehkan untuk bersikap anti agama dan memerangi agama. Karena itu sejak awal saya sudah mempertanyakan, mengapa komunisme yang anti Tuhan YME itu hendak dibangkitkan kembali di sini.
Kedua, dalam kumunisme ada doktrin bahwa tujuan menghalalkan cara. Kita bangsa Indonesia mempunyai pengalaman konkret yang menjadi luka bangsa teramat dalam mengenai hal ini. Ingatlah peristiwa tahun 1965, di mana para perwira tinggi Angkatan Darat digorok, seperti menggorok binatang ternak saja, kemudian ulama juga banyak dicincang di mana-mana, itu sebagai cara untuk mengomuniskan Indonesia. Tengoklah Kamboja, Vietnam, lihat di berbagai negara komunis, mereka sangat keji dan biadab terhadap sesama, antara lain karena doktrin “tujuan menghalalkan cara” tadi. Maka tentu tidak ada tempat satu centimeter pun di bumi pertiwi Indonesia bagi bangkitnya kembali PKI.
Ketiga, di mana pun di dunia ini partai komunis tidak pernah bisa berdemokrasi. Karena itu, mengajak kaum komunis supaya hidup kembali bersama-sama bangsa Indonesia, ibarat memasukkan musang ke dalam sebuah kanang berisi aneka unggas. Sudah pasti aneka unggas, burung merpati, gelatik, kutilang, dsb itu akan dimangsa habis. Si komunis tentu akan merusak dalam segala situasi dan kondisi, serta tidak akan pernah bisa berdemokrasi.
Keempat, mustahil kita menerima komunisme di negeri kita ini karena kaum komunis itu kesetiaannya itu mesti pada negara asing, kalau tidak ke Beijing di Cina, tentu ke Moskow di Rusia. Jadi walaupun darah dagingnya itu Indonesia, mukanya seperti kita, bahasanya juga bahasa Jawa, Melayu, dll tetapi kesetiaannya bukan kepada negara Indonesia melainkan kepada negara asing. Maka aneh bin lucu, jika ada orang yang ingin melihat komunisme tumbuh kembali di negara yang kita cintai ini.
Kelima, kaum komunis selalu menggunakan taktik pecah belah di setiap negara untuk melemahkan negara bersangkutan. Setelah lemah dan porak beranda, lalu dengan mudah dikomuniskan sesuai dengan tujuan politik mereka. Jadi kalau ada bangsa Indonesia yang paling lihai dalam soal pecah belah, mereka itulah kaum komunis. http://reocities.com/ResearchTriangle/invention/5332/usulan-nl.html
***
Orang terdekat dia,  yaitu Paman Gus Dur yakni KH Yusuf Hasyim pernah mengungkapkan keputus-asaannya dlm menasihati Gus Dur yg gemar berfikiran aneh dan miring. KH Yusuf Hasyim itu adalah pejuang kemerdekaan yang berperang melawan penjajah, di barisan depan Laskar Hizbullah Sabilillah.
Peran Laskar Hizbullah dan Sabilillah dalam perang rakyat 10 November 1945 di Surabaya menjadi tonggak pemertahanan kemerdekaan Republik ini.
“Dan kita yakin saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita. Sebab, Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah saudara-saudara, Tuhan akan melindungi kita sekalian. Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…! Merdeka !”
Penggalan pidato berapi-api Bung Tomo itu tak lepas dari pekik takbir dan kata merdeka, yang merupakan ciri khas pidatonya dalam membakar semangat kepahlawanan para pejuang Surabaya dalam pertempuran 10 November 1945. Kalimat itu selalu digunakan dalam mengawali dan mengakhiri pidato. Bukan merdeka atau mati. Padahal dalam rentang waktu proklamasi 17 Agustus 1945 hingga Oktober 1945, pekik ‘merdeka atau mati’ sudah tersosialisasi secara luas di seluruh penjuru tanah air.
Di antara alumnus kedua laskar (Hizbullah dan Sabilillah) yang ikut bertempur di Surabaya itu adalah KH Munasir Ali, KH Yusuf Hasyim, KH Baidowi, KH Mukhlas Rowi, dan KH Sulanam Samsun. (http://matanmajalah.blogspot.co.id/2008/11/f-o-k-u-s-i.html).
Bagaimana perasaan yang harus ditanggungkan, ketika pejuang kemerdekaan yang bersusah payah menyediakan nyawanya untuk berperang melawan penjajah, lalu sekarang di dunia nyata ini disuguhi dengan adegan aneh, terlihat adanya pembela PKI pengkhianat bangsa justru akan diangkat sebagai pahlawan?
Pahlawan pembela PKI Pengkhianat Bangsa sekaligus imam kentut?
Meski Ada Insiden, Panglima TNI Apresiasi Umat dan Peran Ulama dalam Demo Bela Islam

Meski Ada Insiden, Panglima TNI Apresiasi Umat dan Peran Ulama dalam Demo Bela Islam

Meski Ada Insiden, Panglima TNI Apresiasi Umat dan Peran Ulama dalam Demo Bela Islam

Panglima TNI Gatot Nurmantyo tertawa lepas bersama ulama – Puspen TNI

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengapresiasi sikap ulama dan umat muslim dalam aksi unjuk rasa 4 November kemarin. Menurutnya, ulama telah membimbing umat yang melakukan aksi untuk menahan diri dan menyuarakan aspirasi dengan santun dan tertib.
“Saya selaku Panglima TNI sangat mengapresiasi peran serta para ulama dalam membimbing dan menyejukan umatnya agar tidak berbuat anarkis pada aksi damai, 4 November 2016. Walaupun para pendemo diprovokasi untuk berbuat anarkis, namun mereka tidak terpengaruh sama sekali, sehingga demonstrasi yang diikuti ribuan umat muslim di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia dapat berjalan dengan aman, tertib dan damai,” begitu disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat berdialog dengan beberapa Ulama dari berbagai wilayah di Indonesia, bertempat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu malam (5/11/2016).
“Saya sebagai umat Islam tahu betul bahwasanya saudara-saudara muslim saya yang melaksanakan demo kemarin adalah orang-orang baik yang berangkat dari masjid-masjid untuk menyampaikan aspirasinya,” tambah Panglima.
Menurut Jenderal Gatot, dunia internasional mengakui Islam di Indonesia merupakan Islam yang demokratis dan dikenal dengan Islam Rahmatan Lil Alamin.
Untuk diketahui bersama bahwa, lanjut Gatot, dalam mengawal aksi damai para demonstrasi, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan saya sebagai Panglima bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk mengamankan jalannya demonstrasi tersebut agar terhindar menjadi demo anarkis yang ditunggangi oleh kepentingan tertentu.
“Pada saat mengamankan jalannya demonstrasi, saya selaku Panglima TNI telah menegaskan kepada para prajurit yang berhadapan langsung dengan para pendemo, tugasmu adalah melindungi semuanya, namun apabila ada para pendemo yang melakukan anarkis bahkan radikal, maka yang kamu lindungi adalah rakyat Indonesia yang lebih besar, jangan sampai terkena dampak dari demo yang anarkis dan radikal tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan permohonan doa dan dukungan dari para ulama, agar TNI semakin kuat untuk melindungi bangsa ini, serta sebagai pengayom masyarakat demi tetap tegaknya NKRI yang kita cintai bersama.
Sementara itu, KH Zailani Imam menyampaikan bahwa, apabila para ulama dan pemimpin bersatu, maka bangsa Indonesia akan menjadi aman dan tentram. “Apabila ulama dan umaro’ baik, maka baiklah negara ini, namun apabila ulama dan umaro’ tidak baik, maka tinggal menunggu kehancuran suatu bangsa,” jelasnya.