FOKUS: Jokowi Tolak Temui Demonstran, Ada Apa?
ISTANA Negara jadi
salah satu titik massa demonstran unjuk aksi. Sayangnya, sang “empunya”
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tak berada di Istana saat ratusan ribu
demonstran mendatangi landmarkyang dibangun sejak akhir abad 18 (1796) itu.
Sejak
Jumat (4/11/2016) pagi, massa ormas Islam membanjiri Jakarta Pusat demi
menuntut proses hukum Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja
Purnama. Sosok kontroversial yang biasa disapa Ahok itu diduga melakukan
penistaan agama.
Tentunya para
demonstran itu juga meminta pertemuan dengan Presiden Jokowi. Bahkan
sebelumnya sudah dikonfirmasi, bahwa 25 orang perwakilan demonstran akan
dibolehkan masuk ke Istana Negara.
Sayang
seribu sayang, bukan Presiden Jokowi yang akan menerima mereka.
Melainkan hanya Menko Polhukam RI Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Mensesneg
RI Pratikno, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan beberapa
“delegasi” Komisi III DPR RI.
Lha terus Pak Jokowi ke mana, tuh? Ternyata eh ternyata,
Presiden Jokowi memilih pergi ke Tangerang. Tepatnya ke situs proyek
kereta Bandara Soekarno-Hatta di Tanah Tinggi, Batu Ceper, Tangerang.
Presiden
Jokowi meninjau proyek itu karena hingga sekarang, 800 lahan yang
diperlukan belum terbebaskan. Lahan itu hingga kini statusnya masih
milik perusahaan pabrik kaca PT Surya Aditya Fortuna Glass.
Dengan
didampingi Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi dan
Menteri BUMN RI Rini Soemarno, Presiden Jokowi kemudian juga meninjau
lokasi infrastruktur proyek kereta lainnya di bandara.
Padahal sehari sebelum hari H demo 4 November, sempat disebutkan bahwa Presiden Jokowi hanya akan berkantor di Istana.
Biasa-biasa saja. Presiden juga ngantor aja. Besok saya juga ngadepPresiden
di sini (Istana), enggak ada apa-apa,” cetus Menko Kemaritiman RI
Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Kamis 3 November kemarin.
Hingga
petang hari pun Presiden Jokowi belum nampak kembali ke Istana.
Sementara untuk menampung aspirasi demonstran, Menko Polhukam Wiranto
mempersilakan jika demonstran ingin menyampaikan surat atau petisi buat
Presiden.
“Kalau saya lihat seperti
ini (demo tertib), nanti perwakilannya untuk memberikan satu petisi atau
usulan menyampaikan aspirasi masyarakat, boleh-boleh saja. Tidak ada
masalah, itu sudah diatur dalam UU (Undang-Undang),” tutur Wiranto.
Namun
mirisnya hingga waktu beranjak senja, Presiden Jokowi tak jua
menunjukkan batang hidungnya. Padahal seruan-seruan untuk presiden
datang menemui demonstran, sudah lantang disuarakan Habib Rizieq, serta
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan pentolan Band Dewa Ahmad Dhani yang
ikut berdemo.
“Jokowi gagal
memberikan rasa hormat kepada para ulama. Apabila Presiden Jokowi tidak
bersedia menemui para ulama, kita akan menduduki MPR/DPR. Aksi
demonstrasi ini merupakan kesedihan kita karena kita semua bersaudara
tapi Presiden diam saja,” seru Ahmad Dhani dalam orasinya.
Sementara
itu Juru Bicara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia
(MUI), Bachtiar Nasir, menegaskan bahwa dia sudah mencoba ‘nego’ dengan para demonstran, agar bersedia ditemui utusan presiden.
“Negosiasi
awal kami hanya ingin bertemu dengan Presiden. Kami niatnya baik.
(Tapi) teman-teman (ulama) keputusannya tidak mau. Mereka tetap ingin
bertemu dengan Presiden,” ujar Bachtiar.
Adapun
perwakilan pemerintah yang ditugasi langsung, seperti Menko Polhukam
Wiranto, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri Agama Lukman,
Kepala KSP Teten Masduki, Juru Bicara Presiden Johan Budi, Kapolri Tito
Karnavian, dan para perwakilan DPR dan DPD, kembali menggelar rapat.
“Sebenarnya
yang terjadi adalah, tatkala pemerintah ada perwakilan resmi dan sah
untuk menerima aspirasi itu, harusnya dari pihak di sana juga ya dengan
ikhlas menyampaikan itu kepada saya. Maka saya harapkan ada titik temu,
karena kita tidak menang-menangan, tidak ngotot-ngototan, tapi yang
penting kan komunikasi itu ada, antara pengunjuk rasa yang akan
menyampaikan aspirasi,” papar Wiranto.
Memang
pada tenggat waktu yang diberikan polisi hingga pukul 18.00 WIB,
sejumlah massa sudah mulai berangsur-angsur pulang. Tapi tetap ada
beberapa kelompok demonstran yang kekeuh ingin bertemu Presiden Jokowi.
Setelah
kembali ada negosiasi, barulah perwakilan demonstran berkenan untuk
hanya bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK). Di antara beberapa
perwakilan pengunjuk rasa yang ditemui Wapres adalah KH Bachtiar Nashir
(Arrahman Quranic Learning), Ustadz Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah)
dan Ustadz Misbah (Front Pembela Islam) di Kantor Wapres.
Sedangkan
dari pihak pemerintah, Wapres JK didampingi Kepala Staf Kepresidenan
Teten Masduki, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Juru Bicara
Kepresidenan RI Johan Budi, Menteri Agama Lukman Saifuddin, dan Menko
Polhukam Wiranto. Ada juga dari Komisi III DPR, yakni Asrul Sani dan Abu
Bakar al-Habsyi.