Akankah Ahok 'dikorbankan' untuk meredakan suhu politik?

Akankah Ahok 'dikorbankan' untuk meredakan suhu politik?

demo

Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok mendatangi Gedung Bareskrim Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, pada Senin (07/11) pagi, sebagai bagian dari penyelidikan atas laporan penistaan agama yang diperintahkan Presiden Jokowi untuk diselesaikan secara cepat dan transparan.
Pemeriksaan ini dtempuh setelah unjuk rasa massal umat Islam pada Jumat (04/11), yang menuntut penegakan hukum atas Ahok.
Presiden Joko Widodo -yang menyebut ada aktor politik di belakang unjuk rasa tersebut- sudah menegaskan penuntasan kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok -terkait Surat Al Maidah 51- akan dilangsungkan dalam tempo dua pekan.
Namun kini ada yang mempertanyakan apakah penegakan hukum ditempuh karena tekanan dari unjuk rasa 4 November?
  • Presiden Jokowi tunda kunjungan ke Australia
  • Mengapa proses hukum laporan penistaan agama Ahok harus dilakukan terbuka?
  • Lima hal yang perlu diketahui soal demonstrasi 'tangkap Ahok' 4 November
Bagaimanapun polisi sudah bersikukuh hanya akan menjalankan proses hukum tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti dinyatakan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian dalam jumpa pers Sabtu (05/11).
Sikap yang ditegaskan kembali oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Agus Rianto, bahwa proses hukum terhadap Ahok sama sekali bukan atas desakan massa.
"Ada sebagian masyarakat yang tidak sabar, sepertinya pingin cepat padahal tahapannya kan ada. Teman-teman penyidik sudah maraton, simultan melaksanakan tugas itu", tegas Agus.
"Kami tidak bermain politik oleh karena itu kami tidak berharap bisa terikut dengan ranah politik", tambah Agus.

Demi meredakan suhu politik

Tito Karnavian
Namun sebagian kalangan mencemaskan Ahok akan 'dikorbankan' untuk meredakan suhu politik yang memanas belakangan ini, yang terkait dengan upaya untuk menggagalkan Ahok dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta, Februari mendatang.
Abdillah Toha -salah seorang pendiri Partai Amanat Nasional- berpendapat bahwa demo 4 November lalu memiliki agenda lebih besar dari sekedar memproses Ahok secara hukum atau menjatuhkan Ahok.
"Ahok itu sasaran antara, saya kira. Demo kemarin begitu besar, tidak pernah saya lihat demo sebesar itu, bahkan mungkin lebih besar dari demo ketika Suharto turun, kalau melihat jumlahnya. Dan menyebar di berpuluh-puluh kota di Indonesia. Masa semua gara-gara Ahok tuh? Menjatuhkan Ahok? Secara logika tidak mungkin", kata Abdillah.

SUMBER : BBC.COM

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »